Acep Iwan Saidi **
Dalam perkembangan
kesusastraan Indonesia, Afrizal Malna dapat ditandai sebagai sebuah noktah
tersendiri, sebagaimana juga Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Soetardzi Calzoum
Bachri pada zamannya masing-masing. Noktah itu adalah sebuah deviasi, sebuah
titik yang membuat bingkai jadi retak, lalu ia keluar: menyimpang sendiri.