Djoko Saryono *
/1/
Dalam dunia kehidupan sastra sering disebut-sebut ihwal sejarah sastra,
teori sastra, kritik sastra, penelitian sastra, dan apresiasi sastra. Para
pakar sastra, pengajar sastra, dan penikmat sastra merasa mantap dan yakin akan
kehadiran sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan penelitian sastra.
Hal ini sudah tidak dipersoalkan lagi karena sosoknya begitu tegas dan kuat.
Tidak demikian halnya dengan apresiasi sastra. Apresiasi sastra masih sering
dipertanyakan sosoknya. Apakah gejala-gejala yang menandai kehadirannya dan
bagaimanakah sosoknya? Berdasarkan pertanyaan ini, kita perlu mengenali dan
membahas gejala dan sosok kehadiran apresiasi sastra dalam kehidupan sastra.
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Jumat, 03 September 2021
Senin, 30 Agustus 2021
Surat Berdarah Untuk Presiden: Mengantarkan Lea ke Ubud Writting
Pipiet Senja
Prolog
Ini ada surat dari Lea, nama penanya; Jaladara, salah satu penulis pada buku Surat Berdarah Untuk Presiden, diterbitkan oleh Jendela, Grup Zikrul Hakim, Jakarta.
Dia malu-malu mengirimkannya, meskipun baru saja menyelesaikan kuliahnya pada St. Marry, Hong Kong. Karya-karyanya memang luar biasa, bahasanya apik, siapapun takkan pernah mengira bahwa anak yang satu ini penggiat literasi dan seni sastra di kalangan BMI Hong Kong. Beberapa kali saya membincang karyanya di program Bilik Sastra VOI RRI.
Prolog
Ini ada surat dari Lea, nama penanya; Jaladara, salah satu penulis pada buku Surat Berdarah Untuk Presiden, diterbitkan oleh Jendela, Grup Zikrul Hakim, Jakarta.
Dia malu-malu mengirimkannya, meskipun baru saja menyelesaikan kuliahnya pada St. Marry, Hong Kong. Karya-karyanya memang luar biasa, bahasanya apik, siapapun takkan pernah mengira bahwa anak yang satu ini penggiat literasi dan seni sastra di kalangan BMI Hong Kong. Beberapa kali saya membincang karyanya di program Bilik Sastra VOI RRI.
Minggu, 29 Agustus 2021
Selayang Pandang Sastra Dayak
Setia Budhi, Ph.D *
Radar Sampit, 19 Juli 2020
Abstrak
Sastra tulisan oleh penulis Dayak sebenarnya sudah lama ada. Bahkan, beberapa berkelas dunia. Sayangnya, belum ada yang mengumpulkan karya-karya mereka yang terserak dan tercerai-berai dimana-mana, di sepanjang zaman. Hingga kini, memang tidak banyak penulis, pengarang, dan sastrawan, yang lahir dari etinik ini. Akan tetapi, diantara mereka telah mengambil bagian dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia.
Radar Sampit, 19 Juli 2020
Abstrak
Sastra tulisan oleh penulis Dayak sebenarnya sudah lama ada. Bahkan, beberapa berkelas dunia. Sayangnya, belum ada yang mengumpulkan karya-karya mereka yang terserak dan tercerai-berai dimana-mana, di sepanjang zaman. Hingga kini, memang tidak banyak penulis, pengarang, dan sastrawan, yang lahir dari etinik ini. Akan tetapi, diantara mereka telah mengambil bagian dalam perjalanan sejarah sastra Indonesia.
Puisi-Puisi Imamuddin SA
PADA MUSIM YANG MENDUNG
musim tanam telah tiba, anakku
ia mengetuk-ngetukkan tangannya di dada ayahmu
tidak keras namun menyesakkan
setiap gerak jarinya merajut kemarau
walau tubuh hujan berkali membikin basah
musim tanam telah tiba, anakku
ia mengetuk-ngetukkan tangannya di dada ayahmu
tidak keras namun menyesakkan
setiap gerak jarinya merajut kemarau
walau tubuh hujan berkali membikin basah
Eksistensialisme Makna Karya Sastra
Heru Kurniawan *
lampungpost.com
Menurut Ricoeur dalam bukunya Interpretation Theory: Discourse and Surplus Meaning, Tradisi Posivistik-Logis telah menciptakan pembedaan antara makna eksplist dan makna implisit yang diperlakukan sebagai perbedaan antara bahasa kognitif dan emotif yang dalam tradisi strukturalisme disebut juga dengan makna denotasi dan konotasi. Persoalannya adalah di manakah makna karya sastra meletakan paradigma filosofisnya?
lampungpost.com
Menurut Ricoeur dalam bukunya Interpretation Theory: Discourse and Surplus Meaning, Tradisi Posivistik-Logis telah menciptakan pembedaan antara makna eksplist dan makna implisit yang diperlakukan sebagai perbedaan antara bahasa kognitif dan emotif yang dalam tradisi strukturalisme disebut juga dengan makna denotasi dan konotasi. Persoalannya adalah di manakah makna karya sastra meletakan paradigma filosofisnya?
Sabtu, 28 Agustus 2021
Jumat, 27 Agustus 2021
PEMUPUKAN SIKAP DAN PERILAKU POSITIF APRESIASI SASTRA (19)
Djoko Saryono
Sebagaimana sudah dikatakan bahwa sikap dan perilaku positif pengapresiasi diperlukan untuk menciptakan, mengembangkan, dan meningkatkan iklim, lingkungan, dan kegiatan apresiasi sastra. Oleh karena itu, sikap dan perilaku negatif pengapresiasi sastra perlu disingkirkan atau dibuang dan kepadanya perlu ditumbuhkan sikap dan perilaku positif. Di samping itu, sikap dan perilaku positif pengapresiasi sastra yang sudah tumbuh dan ada perlu dipupuk terus agar mantap dan kuat. Mantapnya dan kuatnya sikap dan perilaku positif pengapresiasi sastra akan membuat iklim, lingkungan, dan kegiatan apresiasi sastra semakin baik.
Sebagaimana sudah dikatakan bahwa sikap dan perilaku positif pengapresiasi diperlukan untuk menciptakan, mengembangkan, dan meningkatkan iklim, lingkungan, dan kegiatan apresiasi sastra. Oleh karena itu, sikap dan perilaku negatif pengapresiasi sastra perlu disingkirkan atau dibuang dan kepadanya perlu ditumbuhkan sikap dan perilaku positif. Di samping itu, sikap dan perilaku positif pengapresiasi sastra yang sudah tumbuh dan ada perlu dipupuk terus agar mantap dan kuat. Mantapnya dan kuatnya sikap dan perilaku positif pengapresiasi sastra akan membuat iklim, lingkungan, dan kegiatan apresiasi sastra semakin baik.
Laman Penyair Gila: Perpaduan Teknologi dan Keindahan Kata*
Mahmud Jauhari Ali
Pernahkah Anda mengunjungi sebuah laman berisi sejumlah pengetahuan tentang jagad alam sastra, khusunya puisi dengan rangkaian diksi yang menawan hati kita untuk membacanya? Mungkin di antara kita pernah menemukan laman-laman yang saya maksud itu. Kemudian kita unduh bagian-bagian penting dari laman tersebut untuk keperluan hidup kita. Bagi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra misalnya, tentulah untuk keperluan tugas-tugas kuliah dan penyusunan skirpsi atau hanya untuk memuaskan batin guna memperkaya jiwa mereka.
Pernahkah Anda mengunjungi sebuah laman berisi sejumlah pengetahuan tentang jagad alam sastra, khusunya puisi dengan rangkaian diksi yang menawan hati kita untuk membacanya? Mungkin di antara kita pernah menemukan laman-laman yang saya maksud itu. Kemudian kita unduh bagian-bagian penting dari laman tersebut untuk keperluan hidup kita. Bagi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra misalnya, tentulah untuk keperluan tugas-tugas kuliah dan penyusunan skirpsi atau hanya untuk memuaskan batin guna memperkaya jiwa mereka.
Kisah Inspiratif Sastrawan Mochtar Lubis
Mariana Sitohang, Prof. Dr. Rosmawaty Harahap, M.Pd.
Republika, 07 Jun 2021
Siapa yang tidak mengenal tokoh di atas? beliau adalah Mochtar Lubis, seorang sastrawan terkenal tahun 1960-an, beliau dikenal sebagai penulis novel, cerpen, pelukis, penerjemah, dan juga seorang jurnalistik. Mochtar Lubis lahir di Padang, 07 Maret 1922 dari keluarga Batak Mandailing.
Republika, 07 Jun 2021
Siapa yang tidak mengenal tokoh di atas? beliau adalah Mochtar Lubis, seorang sastrawan terkenal tahun 1960-an, beliau dikenal sebagai penulis novel, cerpen, pelukis, penerjemah, dan juga seorang jurnalistik. Mochtar Lubis lahir di Padang, 07 Maret 1922 dari keluarga Batak Mandailing.
Tunggu Aku di Pojok Jalan Itu
Iwan Simatupang
Majalah Sastra, I/7, 1961
"Tunggu aku di pojok jalan itu," katanya. "Aku beli rokok dulu ke warung sana."
Ia pergi. Sejak itu, istrinya tak pernah melihatnya lagi. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali ke kota itu. Dilihatnya istrinya masih menunggu di pojok jalan itu.
"Selamat sore," sapa istrinya.
"Selamat sore," sahutnya.
Majalah Sastra, I/7, 1961
"Tunggu aku di pojok jalan itu," katanya. "Aku beli rokok dulu ke warung sana."
Ia pergi. Sejak itu, istrinya tak pernah melihatnya lagi. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali ke kota itu. Dilihatnya istrinya masih menunggu di pojok jalan itu.
"Selamat sore," sapa istrinya.
"Selamat sore," sahutnya.
SIKAP PENGAPRESIASI SASTRA (18)
Djoko Saryono
Sikap pada umumnya dipandang mendasari perilaku termasuk sikap pengapresiasi sastra akan mendasari perilakunya. Sikapnya terhadap karya sastra dan kegiatan apresiasi sastra akan mendasari perilakunya terhadap karya sastra dan kegiatan apresiasi sastra. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pengapresiasi pada umumnya merupakan pencerminan sikapnya. Oleh karena itu, sikap dan perilaku pengapresiasi sastra penting ditumbuhkan dan dikembangkan dalam pengembangan apresiasi sastra.
Sikap pada umumnya dipandang mendasari perilaku termasuk sikap pengapresiasi sastra akan mendasari perilakunya. Sikapnya terhadap karya sastra dan kegiatan apresiasi sastra akan mendasari perilakunya terhadap karya sastra dan kegiatan apresiasi sastra. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pengapresiasi pada umumnya merupakan pencerminan sikapnya. Oleh karena itu, sikap dan perilaku pengapresiasi sastra penting ditumbuhkan dan dikembangkan dalam pengembangan apresiasi sastra.
Rabu, 25 Agustus 2021
Tataran Pemahaman dalam Sastra
M. Raudah Jambak
analisadaily.com
Penggunaan istilah, terkadang membuat penulis atau pembicara selalu khilap dengan makna dasar dari kata-kata yang dituangkannya. Mungkin seorang pembaca atau pendengar mencoba memahami dan memaklumi pemaknaan yang tertuang itu. Bombastiskah? Atau ambigu? Dalam pembicaraan bahasa memang ada yang disebut dengan polisemi yang berarti satu kata banyak arti, tetapi dia tidak terlepas dari makna dasarnya. Berbeda dengan homonim yang memiliki pengucapan dan penulisan yang sama tetapi berbeda arti, hanya saja tidak ada hubungan dengan makna dasarnya.
analisadaily.com
Penggunaan istilah, terkadang membuat penulis atau pembicara selalu khilap dengan makna dasar dari kata-kata yang dituangkannya. Mungkin seorang pembaca atau pendengar mencoba memahami dan memaklumi pemaknaan yang tertuang itu. Bombastiskah? Atau ambigu? Dalam pembicaraan bahasa memang ada yang disebut dengan polisemi yang berarti satu kata banyak arti, tetapi dia tidak terlepas dari makna dasarnya. Berbeda dengan homonim yang memiliki pengucapan dan penulisan yang sama tetapi berbeda arti, hanya saja tidak ada hubungan dengan makna dasarnya.
Keindahan Genre dalam Angkatan Sastra Sumut
Hesti Sartika *
Harian Waspada, 12 Mei 2013.
Karya sastra merupakan sebuah hasil dari kreativitas, imajinasi dan simbol-simbol yang di dalamnya berguna untuk memperindah bahasa yang menjadi medium dalam sebuh karya sastra. Sapardi Djoko Damono memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.
Harian Waspada, 12 Mei 2013.
Karya sastra merupakan sebuah hasil dari kreativitas, imajinasi dan simbol-simbol yang di dalamnya berguna untuk memperindah bahasa yang menjadi medium dalam sebuh karya sastra. Sapardi Djoko Damono memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.
Menguak Kritik atau Apresiasi Sastra
Mihar Harahap *
Harian Analisa, 22 Mar 2014
Sebenarnya Budi Hatees (BH) sedang mengesai H. B. Jassin dalam tulisan “Kritik Sastra atau Apresiasi Sastra”(Analisa, 16 Maret 2014). Entah mengapa, kemudian mencatut nama Mihar Harahap (MH) dengan mengatakan kritik MH bukan kritik, tetapi esai. Kalau benar kritik saya adalah esai, lalu mengapa mencatut nama saya ketika sedang mengesai H. B. Jassin, kritikus sastra Indonesia. Ini namanya mencari gara-gara.
Harian Analisa, 22 Mar 2014
Sebenarnya Budi Hatees (BH) sedang mengesai H. B. Jassin dalam tulisan “Kritik Sastra atau Apresiasi Sastra”(Analisa, 16 Maret 2014). Entah mengapa, kemudian mencatut nama Mihar Harahap (MH) dengan mengatakan kritik MH bukan kritik, tetapi esai. Kalau benar kritik saya adalah esai, lalu mengapa mencatut nama saya ketika sedang mengesai H. B. Jassin, kritikus sastra Indonesia. Ini namanya mencari gara-gara.
Gerakan Kemandirian Sastra Merdekakan Sumatera Utara
Afrion
sastramedan.com
Bangkitnya gerakan Sastra Sumatera Merdeka, mestilah diartikan sebagai spirit menumbuhkan kebersamaan dan kemandirian sastra.
Tulisan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat pergerakan penciptaan karya sastra dan perlawanan Sastra Sumatera Merdeka. Suatu gerakan moral yang menentang hegemoni dan monopoli pusat (Jakarta) di daerah. Bangkitnya gerakan Sastra Sumatera Merdeka, mestilah diartikan sebagai spirit menumbuhkan kebersamaan dan kemandirian sastra. Dalam artian tidak menjadikan Jakarta sebagai daerah yang memiliki kekuasaan besar, yang sangat menentukan, dan menjadi barometer karya sastra berkualitas.
sastramedan.com
Bangkitnya gerakan Sastra Sumatera Merdeka, mestilah diartikan sebagai spirit menumbuhkan kebersamaan dan kemandirian sastra.
Tulisan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat pergerakan penciptaan karya sastra dan perlawanan Sastra Sumatera Merdeka. Suatu gerakan moral yang menentang hegemoni dan monopoli pusat (Jakarta) di daerah. Bangkitnya gerakan Sastra Sumatera Merdeka, mestilah diartikan sebagai spirit menumbuhkan kebersamaan dan kemandirian sastra. Dalam artian tidak menjadikan Jakarta sebagai daerah yang memiliki kekuasaan besar, yang sangat menentukan, dan menjadi barometer karya sastra berkualitas.
Tahun Kebangkitan Sastra Sumatera Utara Dimulai
Saripuddin Lubis *
komunitashomepoetry.blogspot.co.id
Era sebelum tahun 1920-an, dunia sastra di Sumatera Utara dianggap sebagai tonggak dasar kesusastran di Tanah Air. Sebab, saat itu sastrawan Sumatera Utara bisa dikatakan sebagai barometer sastra di tanah air.
Pertama sekali dimulai dengan munculnya nama M. Kasim yang dianggap sebagai peletak dasar berdirinya cerita pendek di tanah air. Setelah itu muncullah nama Amir Hamzah, pemuda dari Langkat, yang dikenal sebagai motor puisi Angkatan Pujangga Baru.
komunitashomepoetry.blogspot.co.id
Era sebelum tahun 1920-an, dunia sastra di Sumatera Utara dianggap sebagai tonggak dasar kesusastran di Tanah Air. Sebab, saat itu sastrawan Sumatera Utara bisa dikatakan sebagai barometer sastra di tanah air.
Pertama sekali dimulai dengan munculnya nama M. Kasim yang dianggap sebagai peletak dasar berdirinya cerita pendek di tanah air. Setelah itu muncullah nama Amir Hamzah, pemuda dari Langkat, yang dikenal sebagai motor puisi Angkatan Pujangga Baru.
BEKAL LANJUT PENGAPRESIASI SASTRA (17)
Djoko Saryono *
Yang dimaksud dengan bekal lanjut pengapresiasi sastra ialah bekal tambahan atau berikutnya yang seyogianya dimiliki oleh pengapresiasi sastra agar dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra secara lebih bermakna, meluas, mendalam, kaya, dan tajam. Bekal lanjut ini tidak harus dimiliki, tetapi sebaiknya atau seyogianya dimiliki. Jika tidak dimiliki, seorang pengapresiasi sastra tetap dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra. Jika dimiliki, seorang pengapresiasi sastra bukan hanya dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra, melainkan juga meluaskan dan mendalamkan perolehan kegiatan apresiasi sastra. Dengan kata lain, kegiatan apresiasi sastranya menjadi luas dan dalam karena yang diperoleh lebih banyak dan beraneka ragam serta kaya, misalnya pengalaman, pengetahuan, kesadaran, dan hiburan sekaligus.
Yang dimaksud dengan bekal lanjut pengapresiasi sastra ialah bekal tambahan atau berikutnya yang seyogianya dimiliki oleh pengapresiasi sastra agar dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra secara lebih bermakna, meluas, mendalam, kaya, dan tajam. Bekal lanjut ini tidak harus dimiliki, tetapi sebaiknya atau seyogianya dimiliki. Jika tidak dimiliki, seorang pengapresiasi sastra tetap dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra. Jika dimiliki, seorang pengapresiasi sastra bukan hanya dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra, melainkan juga meluaskan dan mendalamkan perolehan kegiatan apresiasi sastra. Dengan kata lain, kegiatan apresiasi sastranya menjadi luas dan dalam karena yang diperoleh lebih banyak dan beraneka ragam serta kaya, misalnya pengalaman, pengetahuan, kesadaran, dan hiburan sekaligus.
Selasa, 24 Agustus 2021
Lewat Islam, Hamka dan Pramoedya Ananta Toer pun Berdamai
Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com 29/06/2016
Panasnya api perseteruan tak selamanya abadi. Kadangkala keyakinan yang sama mampu mendamaikannya. Seperti konflik yang terjadi di antara Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan Pramoedya Ananta Toer.
Dua tokoh sastra kenamaan Indonesia itu bersebrangan paham. Namun -ada akhirnya, Islam jualah yang mendamaikan mereka.
Kompas.com 29/06/2016
Panasnya api perseteruan tak selamanya abadi. Kadangkala keyakinan yang sama mampu mendamaikannya. Seperti konflik yang terjadi di antara Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan Pramoedya Ananta Toer.
Dua tokoh sastra kenamaan Indonesia itu bersebrangan paham. Namun -ada akhirnya, Islam jualah yang mendamaikan mereka.
Senin, 23 Agustus 2021
KARANGKITRI, NASKAH MONOPLAY
Karya: Agus R. Subagyo
SINOPSIS
Perempuan paruh baya dari desa bernama Sholikah, sikapnya konservatif dan berpikiran cerdas namun berpenampilan sederhana. Dia tinggal di pinggiran kota dengan masyarakat yang penuh sifat iri dan bersaing dalam hal harta dan penampilan. Berisi orang-orang yang suka pamer, terbelenggu gengsi dan mudah emosi.
SINOPSIS
Perempuan paruh baya dari desa bernama Sholikah, sikapnya konservatif dan berpikiran cerdas namun berpenampilan sederhana. Dia tinggal di pinggiran kota dengan masyarakat yang penuh sifat iri dan bersaing dalam hal harta dan penampilan. Berisi orang-orang yang suka pamer, terbelenggu gengsi dan mudah emosi.
Minggu, 22 Agustus 2021
tengara.id dan DKJ NET Diluncurkan Dewan Kesenian Jakarta
DKJ NET dan Situs Kritik Sastra Tengara.id Resmi Diluncurkan
Farah Noersativa, Reiny Dwinanda
Republika, 20 Agu 2021
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menangkap peluang untuk terus berkarya dalam rangka menembus keterbatasan akibat pandemi. Mereka meluncurkan DKJ NET dan situs kritik sastra bernama Tengara.id.
“DKJ NET sekaligus menjadi akses publik tambahan untuk produksi pengetahuan dalam jejaring konten digital kami,” kata Ketua DKJ, Danton Sihombing, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/8/2021).
Farah Noersativa, Reiny Dwinanda
Republika, 20 Agu 2021
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menangkap peluang untuk terus berkarya dalam rangka menembus keterbatasan akibat pandemi. Mereka meluncurkan DKJ NET dan situs kritik sastra bernama Tengara.id.
“DKJ NET sekaligus menjadi akses publik tambahan untuk produksi pengetahuan dalam jejaring konten digital kami,” kata Ketua DKJ, Danton Sihombing, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/8/2021).
Langganan:
Postingan (Atom)
A Anzieb
A. Khoirul Anam
A. Muhaimin Iskandar
A. Mustofa Bisri
A. Qorib Hidayatullah
A. Rodhi Murtadho
A.H. J Khuzaini
A.S Laksana
Aa Sudirman
Abdul Kirno Tanda
Abdurrahman Wahid
Acep Iwan Saidi
Achiar M Permana
Addi Mawahibun Idhom
Adhi Pandoyo
Adi W. Gunawan
Afrion
Afriza Hanifa
Afrizal Malna
Agama Para Bajingan
Aguk Irawan MN
Agung Poku
Agus Buchori
Agus Mulyadi
Agus Noor
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Agus Setiawan
Agus Sulton
Agus Sunyoto
Agus Wahyudi
Agusri Junaidi
AH J Khuzaini
Ahmad Baso
Ahmad Dahri
Ahmad Farid Yahya
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Munjin
Ahmad Naufel
Ahmad Rifa’i Rif’an
Ahmad Syauqi Sumbawi
Ahmad Tohari
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadul Faqih Mahfudz
Ahmadun Yosi Herfanda
Akhlis Purnomo
Akhmad Sekhu
Akhmad Taufiq
Akhudiat
Albert Camus
Alfathri Adlin
Alfian Dippahatang
Ali Audah
Alim Bakhtiar
Alimuddin
Amelia Rachman
Amie Williams
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Aming Aminoedhin
An. Ismanto
Andhi Setyo Wibowo
Andik Suprihartono
Andri Awan
Anindita S Thayf
Anjrah Lelono Broto
Antologi Sastra Lamongan
Anton Wahyudi
Anugrah Gio Pratama
Anung Wendyartaka
Aprinus Salam
APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia
Arafat Nur
Ari Welianto
Arief Rachman Hakim
Arif Hidayat
Arif Saifudin Yudistira
Arman A.Z.
Arsyad Indradi
Arti Bumi Intaran
Asarpin
Asep Dudinov Ar
Atafras
Awalludin GD Mualif
Ayu Nuzul
Bahrum Rangkuti
Beni Setia
Benni Setiawan
Benny Benke
Berita
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Bonardo Maulana Wahono
Bre Redana
Budi Darma
Budiman Hakim
Buku
Bung Hatta
Bustan Basir Maras
Butet Kertaredjasa
Candrakirana
Capres Cawapres 2019
Catatan
Cerpen
Chairil Anwar
CNN Indonesia
Coronavirus
COVID-19
Cunong N. Suraja
D. Zawawi Imron
Dadang Ari Murtono
Dahlan Iskan
Dahlan Kong
Damiri Mahmud
Danarto
Daniel Dhakidae
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Dessy Wahyuni
Dewi Satika
Dian R. Basuki
Dian Sukarno
Dian Tri Lestari
Dien Makmur
Din Saja
Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan
Diponegoro
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Doddi Ahmad Fauji
Doddy Hidayatullah
Dodit Setiawan Santoso
Dody Yan Masfa
Donny Anggoro
Donny Darmawan
Doris Lessing
Dr. Hilma Rosyida Ahmad
Dwi Pranoto
Dyah Ayu Fitriana
Edisi Khusus
Edy A Effendi
Egidius Patnistik
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Hendri Saiful
Eko Prasetyo
Eko Tunas
Ekwan Wiratno
el-Ha Abdillah
Enny Arrow
Erdogan
Esai
Esthi Maharani
Estiana Arifin
Evi Melyati
F. Budi Hardiman
F. Rahardi
Fahmi Faqih
Fahri Salam
Faisal Kamandobat
Farah Noersativa
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Feby Indirani
Felix K. Nesi
Festival Gugur Gunung
Forum Santri Nasional
Frischa Aswarini
Fuad Mardhatillah UY Tiba
Fuad Nawawi
Galeri Sonobudoyo
Galuh Tulus Utama
Gampang Prawoto
Geger Riyanto
Geguritan
Goenawan Mohammad
Gola Gong
Grathia Pitaloka
Gugun el-Guyanie
Gus Ahmad Syauqi
Gus Dur
Gusti Eka
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf
Halim HD
Hamdy Salad
Hamid Jabbar
Hamka
Hamzah al-Fansuri
Hari Puisi Indonesia (HPI)
Harris Maulana
Hasan Basri
Hasnan Bachtiar
Herry Fitriadi
Herta Muller
Heru Kurniawan
Hesti Sartika
Hilmi Abedillah
Hudan Hidayat
IAI TABAH
Ibnu Wahyudi
Idrus Efendi
Ignas Kleden
Iis Narahmalia
Imam Jazuli
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Tohari
Indra Intisa
Indra Tjahyadi
Indra Tranggono
Inung As
Irfan Afifi
Irwan Kelana
Isbedy Stiawan Z.S.
Iwan Simatupang
Jafar Fakhrurozi
Jajang R Kawentar
Jalaluddin Rakhmat
Jawa dan Islam
JJ. Kusni
Jo Batara Surya
Joni Ariadinata
Jordaidan Rizsyah
Jual Buku Paket Hemat
Jurnalisme Sastra
K.H. Ma'ruf Amin
Kadek Suartaya
Kadjie MM
Kalis Mardiasih
Kanti W. Janis
Karang Taruna Kedungrejo
Katrin Bandel
Kedai Kopi Sastra
Kedung Darma Romansha
Kedungrejo Muncar Banyuwangi
Kemah Budaya Panturan (KBP)
Kembulan
KetemuBuku Jombang
KH. M. Najib Muhammad
KH. Muhammad Amin (1910-1949)
Khairul Mufid Jr
Khawas Auskarni
Ki Ompong Sudarsono
Kitab Arbain Nawawi
Kitab Kelamin
Kompas TV
Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan
Komunitas Buana Kasih
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA)
Komunitas Sastra dan Teater Lamongan
Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII)
Komunitas Selapan Sastra
Kopi Bubuk Mbok Djum
Kostela
KPRI IKMAL Lamongan
Kritik Sastra
Kumpulan Cerita Buntak
Kuswaidi Syafi’ie
L Ridwan Muljosudarmo
L.K. Ara
Lagu
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Launching Buku
Launching dan Bedah Buku
Lawi Ibung
Linda S Priyatna
Literasi
Liza Wahyuninto
Lona Olavia
Lukisan
Lukman Santoso Az
M. Faizi
M. Lutfi
M. Raudah Jambak
M.D. Atmaja
Maduretna Menali
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Maimun Zubair
Maiyah Banyuwangi
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Manneke Budiman
Maratushsholihah
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Maria Magdalena Bhoernomo
Mariana Sitohang
Mario Vargas Llosa
Marsel Robot
Mas Garendi
Mashuri
Massayu
Masuki M. Astro
Max Arifin
Media Seputar Indonesia
Mei Anjar Wintolo
Melukis
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Menggalang Dana Amal
MG. Sungatno
Mianto Nugroho Agung
Mien Uno
Miftachur Rozak
Mihar Harahap
Mochtar Lubis
Moh. Husen
Moh. Jauhar al-Hakimi
Moh. Syafari Firdaus
Mohamad Sobary
Mohammad Rokib
Mohammad Wildan
Motinggo Busye
Muafiqul Khalid MD
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Alfatih Suryadilaga
Muhammad Alimudin
Muhammad Anta Kusuma
Muhammad Marzuki
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad N. Hassan
Muhammad Subarkah
Muhammad Yasir
Muhammad Yunus
Muhidin M. Dahlan
Mukhsin Amar
Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik
Munawir Aziz
Mutia Sukma
N. Syamsuddin CH. Haesy
Naskah Teater
Ndix Endik
Nenden Lilis A
Nezar Patria
Ni Made Purnama Sari
Ninin Damayanti
NKRI
Nur Taufik
Nurel Javissyarqi
Nurul Komariyah
Obrolan
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Orhan Pamuk
Pagelaran Musim Tandur
Palestina
Palupi Panca Astuti
Pameran Lukisan
Parimono V / 40 Plandi Jombang
Pawon Seni
PDS H.B. Jassin
Pekan Literasi Lamongan
Pelukis Tarmuzie
Pendhapa Art Space
Pendidikan
Penerbit Pelangi Sastra
Pengajian
Pipiet Senja
Politik
Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang
Pramoedya Ananta Toer
Presiden Jokowi
Proses Kreatif
Puisi
Puisi Menolak Korupsi (PMK)
Pungkit Wijaya
Pusat Studi Budaya Banyuwangi (PSBB)
Pustaka LaBRAK
Putu Fajar Arcana
R Giryadi
R. Ng. Ronggowarsito
Radhar Panca Dahana
Raedu Basha
Rakai Lukman
Rakhmat Nur Hakim
Rani R. Moediarta
Raudal Tanjung Banua
Raudlotul Immaroh
Reiny Dwinanda
Remy Syaldo
Remy Sylado
Rendy Adrikni Sadikin
Resensi
Reuni dan Halal Bihalal Mts Putra-Putri Simo 1991-1992
Ribut Wijoto
Ridwan Munawwar Galuh
Riki Antoni
Riki Dhamparan Putra
Rimbun Natamarga
Rinto Andriono
Robin Al Kautsar
Rodli TL
Rofiqi Hasan
Romel Masykuri Nur Arifin
Ronny Agustinus
Rosi
Rosihan Anwar
Rosmawaty Harahap
Roy Kusuma
Rumah Budaya Pantura (RBP)
Rx King Motor
S. Jai
S.W. Teofani
Sabrank Suparno
Sahaya Santayana
Sainul Hermawan
Sajak
Salman Faris
Sandiaga Uno
Sanggar Lukis Alam
Sanggar Pasir
Sanggar Rumah Ilalang
Sanusi Pane
Sapardi Djoko Damono
Saripuddin Lubis
Sasti Gotama
Saut Situmorang
Saya
Sayyid Muhammad Hadi Assegaf
Sejarah
Sekolah Literasi Gratis (SLG)
SelaSAstra Boenga Ketjil
Seni Gumira Ajidarma
Seni Rupa
Seno Joko Suyono
Setia Budhi
Shiny.ane el’poesya
Shofa As-Syadzili
Sholihul Huda
Shulhan Hadi
Sihar Ramses Simatupang
Siti Aisyatul Adawiyah
Siwi Dwi Saputro
Soediro Satoto
Soeparno S. Adhy
Soesilo Toer
Soetanto Soepiadhy
Sofyan RH. Zaid
Sosiawan Leak
Sri Wintala Achmad
STKIP PGRI Ponorogo
Subagio Sastrowardoyo
Suminto A. Sayuti
Sunardian Wirodono
Sunlie Thomas Alexander
Sunoto
Sunu Wasono
Sunudyantoro
Suryanto Sastroatmodjo
Susianna
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syahrudin Attar
Syaifuddin Gani
Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili
Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari
Taman Ismail Marzuki
Taufiq Wr. Hidayat
Teater Ilat
Teguh Afandi
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Tere Liye
Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan
Tri Wahono
TS Pinang
Tsani Fanie
Tulus S
Udo Z. Karzi
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Umi Kulsum
Universitas Jember
Untung Wahyudi
Uwell's King Shop
Uwell's Setiawan
Virdika Rizky Utama
W.S. Rendra
Wage Daksinarga
Wahyu Aji
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Sunarta
Widie Nurmahmudy
Yanuar Widodo
Yanusa Nugroho
Yerusalem
Yetti A. KA
Yohanes Padmo Adi Nugroho
Yohanes Sehandi
Yoks Kalachakra
Yonathan Rahardjo
Yuditeha
Yusri Fajar
Yuval Noah Harari
Zainal Arifin Thoha
Zehan Zareez
Zuhdi Swt
Zulfikar Akbar
